Dampak Dari Musik Mozart

Dampak Dari Musik Mozart

Dampak Dari Musik Mozart

Dampak dari musik Mozart adalah sebuah teori yang berdasarkan pada sebuah hasil riset yang ditujukan pada para pelajar-pelajar yang sebelumnya mendengarkan musik Mozart pada saat mereka akan menjalani sebuah ujian tertentu. Riset ini menunjukkan bahwa IQ mereka meningkat sampai 9 poin.

Walaupun peningkatan poin ini berlangsung tidak lama, tapi hal ini benar-benar menunjukkan kemajuan dalam waktu sekitar 10 sampai 15 menit. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh Alfred A. Tomatis. Dia menggunakan musik sebagai perangsang pendengaran yang mencoba untuk meniadakan semua hal-hal yang berasal dari gangguan mental. Teori ini kemudian dipopulerkan pada tahun 1994 dalam sebuah artikel di surat kabar New York Times.

Hal yang tersembunyi dibalik teori ini sebenarnya sederhana saja. Para periset percaya bahwa kecerdasan menjadi meningkat karena intelektualitas berbagi jalur kecil yang sama didalam otak pada saat memproses suara dari musik klasik. Seseorang perlu tahu bahwa ternyata telinga dan otak adalah dua kesatuan yang terpisah tetapi selalu dihubungkan pada saat ingin mendapatkan pengalaman untuk mendengarkan. Ketika gelombang dari suatu suara memukul telinga, gelombang itu kemudian terkirim melalui desakan elektrik kemudian menuju otak untuk diproses.

Hali inilah yang membuat semua informasi menjadi terproses dengan benar dan lebih efisien. Dan inilah yang kemudian membuat otak menjadi lebih memungkinkan untuk mengingat sehingga bisa digunakan dengan lebih efektif.

Walaupun banyak orang percaya bahwa mendengarkan musik Mozart pasti bisa membuat seseorang menjadi lebih pintar, tapi sebenarnya hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Pengaruh-pengaruh dari musik lebih berhubungan terhadap latihan-latihan yang bersifat sementara yang hanya berhubungan dengan tempat kejadian pada saat terjadi saja. Hal ini biasanya hanya mencakup perbandingan mental dan perintah sementara dan bukannya berhubungan langsung terhadap kecerdasan. Begitupun, peningkatan sifat-sifat bawaan itu meningkatakan kemampuan anda untuk menyerap informasi. Hasil terbaiknya telah kentara sekali terhadap anak-anak yang didengarkan musik Mozart. Tetapi beberapa orang berkata bahwa itu semua karena otak anak masih sedang berkembang sehingga mengijinkan aktifitas tertentu untuk berlangsung di dalam otak.

Para ilmuwan percaya bahwa satu-satunya mata rantai yang membuat penelitian ini menjadi bekerja efektif adalah karena musik yang telah menggetarkan dan menggerakkan mood anda .Dengan begini mereka menjadi berpikir bahwa teori ini memang benar adanya. Musik memberi pengaruh yang berbeda pada masing-masing orang. Penelitian telah dilakukan juga terhadap kelompok orang lain yang berbeda. Beberapa test yang baru-baru ini dilakukan terhadap pasien-pasien penderita epilepsy telah menunjukkan sebuah penurunan bentuk aktifitas epilipsi. Banyak penelitian juga sedang di lakukan terhadap bidang kejiwaan untuk bermacam gangguan yang berbeda dan menunjukkan banyak perkembangan terhadap otak manusia. Perkembangan dalam bidang ini dapat menuntun kearah pemecahan utama dalam pemahaman tentang bagaimana pikiran manusia bekerja dan bagaimana kita bisa membuat pikiran bekerja untuk kita.


Artikel Terkait:

Speak Your Mind

*